Surat Persetujuan

December 4th, 2013 No comments

(Persetujuan suami kepada isteri untuk menjaminkan kendaraan)
Yang bertanda tangan di bawah ini*):

Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]
Dengan ini menerangkan bahwa saya memberikan persetujuan kepada isteri saya yaitu:
Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]

Untuk memberikan jaminan fidusia dan menandatangani Akta Jaminan Fidusia kendaraan terhadap hutang sebesar Rp [...................] pada Bank [..................................] atas kendaraan:
Merk : [...................................................]
Jenis : [...................................................]
No. Polisi : [...................................................]
No. Rangka : [...................................................]
No. Mesin : [...................................................]
No. BPKB : [...................................................]
Atas nama : [...................................................]

Untuk itu, isteri saya berhak dan berwenang sepenuhnya menghadap bilamana diperlukan, membuat dan/atau menandatangani akta-akta/surat-surat, mengadakan kesepakatan-kesepakatan, memberikan keterangan-keterangan, atau melakukan perbuatan-perbuatan yang menurut hukum harus dijalankan.

Demikian surat persetujuan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dibuat di [..........................]

Pada tanggal [....] bulan [.....] tahun [....]

Pemberi persetujuan                                      Penerima persetujuan
[..............................................]            [.......................................]

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT PERMOHONAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB)

November 8th, 2013 No comments

Perihal : Permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

 

Kepada:

Yth. Sdr. Kepala Dinas Tata Kota

Dan Permukiman Kota [nama kota]

di

[...........................]

 

 

Yang bertanda tangan dibawah ini:

 

Nama                           : ……………………………………………………………………………..

Pekerjaan                     : ……………………………………………………………………………..

Bertindak atas nama   :. ……………………………………………………………………………..

Alamat dan No. Telp :. ……………………………………………………………………………..

 

Dengan ini mengajukan permohonan untuk memperoleh Surat Izin Mendirikan Bangunan baru/bangunan tambahan/mengubah sebagian atau seluruh bangunan/membongkar sebagian atau seluruh bangunan dari kayu/batu/beton/besi.

 

Digunakan sebagai      : ……………………………………………………………………………..

Terletak di persil         : ……………………………………………………………………………..

Kelurahan                    : ……………………………………………………………………………..

Kecamatan                  : ……………………………………………………………………………..

Status tanah                : ……………………………………………………………………………..

 

Pekerjaan pembangunan tersebut dilaksanakan oleh kami sendiri/diborongkan:

 

Kepada                  : ……………………………………………………………………………..

Nama                     : ……………………………………………………………………………..

Alamat                  : ……………………………………………………………………………..

Keterangan lain     : ……………………………………………………………………………..

 

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini kami lampirkan kelengkapan surat permohonan sebagai berikut:

 

  1. Foto copy KTP, tanda lunas PBB dan SPPT tahun terakhir (sebanyak 2 set);

 

  1. Foto copy surat bukti hak kepemilikan tanah yang sah diketahui oleh pejabat yang berwenang;

 

  1. Hasil penelitian lokasi untuk rumah tinggal dan syarat zoning untuk non rumah tinggal yang dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Surabaya.

 

  1. Surat Pernyataan permohonan Izin Mendirikan Bangunan;

 

  1. Gambar rencana bangunan (bestek) skala [........................................................]

 

  1. Perhitungan dan gambar konstruksi:

[.......................................................................................................................]

[.......................................................................................................................]

[.......................................................................................................................]

 

 

Demikian Surat Permohonan ini dibuat, dengan harapan untuk memperoleh persetujuan.

 

[kota ] [tgl, bln, thn]

Menyetujui,

    Pemilik tanah                                                                                    Pemohon tersebut di atas

Materai Rp. 6.000

 

(..Nama Terang..)                                                                                       (..Nama Terang..)

 

Categories: Uncategorized Tags:

Tips dan Cara Membuat Proposal Bisnis

August 27th, 2013 No comments

Menjalankan bisnis boleh jadi merupakan mimpi bagi banyak orang di dunia karena dengan menjalankan usaha sendiri, mereka bisa merasa lebih bebas dan tidak perlu mematuhi perintah atasan yang kadangkala tidak pengertian sama sekali dengan bawahan. Nah, cara membangun bisnis bagi banyak orang boleh saja berlainan sesuai dengan kemampuan mereka. Beberapa orang sudah mempunyai cukup uang untuk memulai usaha kecil-kecilan, tetapi beberapa orang belum mempunyai uang yang cukup untuk membuat bisnis yang sudah direncanakan sehingga mereka harus menunda keinginan untuk memulai usaha. Jika Anda tidak mempunyai cukup uang dari kantong Anda sendiri untuk mulai mewujudkan rencana usaha, Anda hanya perlu mengirim proposal pada investor untuk mendapatkan uang modal yang bisa Anda gunakan untuk memulai usaha. Lalu bagaimana cara membuat proposal bisnis yang benar?

Pembuatan Proposal Bisnis
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam cara menjalankan sebuah bisnis, Anda harus memastikan bahwa Anda mempunyai ide yang baik. Namun, ide tersebut harus dijabarkan dalam rencana usaha yang tidak hanya berupa penjabaran ide saja. Perencanaan tersebut juga harus melibatkan proposal bisnis yang baik. Membuat proposal bisnis memang gampang-gampang susah. Banyak orang beranggapan bahwa cara membuat proposal pastilah rumit dan membingungkan, tetapi untuk membuat proposal usaha yang baik, paling tidak ada beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh para calon pebisnis agar sukses menarik investor dan bisnis mereka bisa segera dimulai.

Dalam cara membuat proposal bisnis yang baik, paling tidak Anda harus memastikan bahwa Anda menjelaskan dengan baik mengenai misi dan tujuan bisnis yang akan Anda jalankan tersebut dengan jelas. Anda wajib memasukkan alasan Anda untuk menjalankan bisnis tersebut ke dalam proposal usaha yang Anda buat. Selain itu, penting bagi Anda dalam membuat proposal untuk membuat ulasan singkat mengenai eksekutif dan strategi bisnis yang Anda pilih dengan cara menjawab 5W1H. Anda juga harus memberikan penjelasan mengenai segala hal yang berkaitan dengan bisnis Anda dengan rinci termasuk kekuatan dan kelemahan bisnis tersebut.

Peluang Wirausaha
Hingga saat ini, masih banyak orang yang lulus kuliah dan bingung untuk mencair pekerjaan karena memang lowongan pekerjaan yang ada demikian terbatas. Wirausaha merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan ini, tetapi banyak orang yang tidak tahu cara untuk memulai menjadi wirausaha sehingga rencana membuat bisnis hanya menjadi bunga tidur saja. Kendala terbesar mungkin ada pada permodalan yang sebenarnya bisa diatasi dengan memuali bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu maupun membuat proposal usaha. Kini, ada banyak peluang untuk mendapatkan modal dari kompetisi membuat proposal bisnis dari beberapa pihak termasuk bank. Anda hanya perlu memperhatikan cara membuat proposal bisnis yang baik dari ide bisnis kreatif yang Anda punya untuk memenangkan kompetisi dan memuali bisnis sesegera mungkin.

Categories: Uncategorized Tags:

CARA MEMBUAT PROPOSAL

May 27th, 2013 No comments

Dalam pembuatan sebuah proposal ada beberapa hal yang biasanya dibuat secara detil yaitu :

  1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama kegiatan.
  2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan kegiatan tersebut.
  3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses kegiatan sehingga mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Hal-hal penting dalam pembuatan proposal antara lain :

  1. Nama proposal
  2. Pendahuluan
  3. Tujuan
  4. Bentuk/jenis kegiatan
  5. Pelaksanaan
  6. Panitia pelaksana (terlampir)
  7. Biaya/dana (rincian terlampir)
  8. Harapan
  9. Lampiran

Manfaat lain pembuatan proposal adalah :

  1. Mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
  2. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
  3. Meyakinkan donatur dan sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Dalam membuat proposal hal-hal yang harus diperhatikan adalah  :

  1. Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan
  2. Mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa hasil kesepakatan seluruh panitia
  3. Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
  4. Hendaknya proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
  5. Proposal yang telah disempurnakan diperbanyak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.

Secara garis besar sebuah proposal minimal harus berisi :

1. Pendahuluan.

  • Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
  • Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats (SWOT).

2. Dasar Pemikiran

  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.

3. Tujuan

  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.

4. Tema

  • Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.

5. Jenis Kegiatan

  • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6. Target

  • Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.

7. Sasaran/Peserta

  • Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

  • Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

9. Anggaran Dana

  • Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.

10. Susunan Panitia

  • Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11. Jadwal Kegiatan

  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

12. Penutup

  • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran.
Categories: Uncategorized Tags: